Pemerintah menetapkan
bahwa program pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi
harus memenuhi persyaratan yang relatif ketat, mulai dari ketersediaan sumber
daya manusia dan sumber daya teknologi, sampai ijin penyelenggaraan program studi
secara tatap muka dalam bidang studi yang sama yang telah diakreditasi oleh
Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN – PT) dengan minimal nilai B,
serta Bekerjasama dengan lembaga, PT, institusi, dunia industri, atau pihak
lain untuk bidang akademik atau non akademik di dalam dan luar negeri untuk
memfasilitasi peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut Dirjen DIKTI, yang tertuang
dalam “Panduan Penyelenggaraan Model Pembelajaran Jarak Jauh di Perguruan
Tinggi“, untuk menjamin kualitas, secara intrinsik, penyelenggaraan program PJJ
diharapkan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
- Didasarkan pada kegiatan perencanaan yang sistemik berkenaan dengan kurikulum, materi ajar, proses pembelajaran, instrumen dan sistem evaluasi,
- Berbasis TIK,
- Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovatif dan kreatif,
- Menyelenggarakan proses pembelajaran interaktif berbasis TIK dengan memungkinkan kesempatan tatap muka,
- Mengembangkan dan membina tingkat kemandirian dan softskills peserta didik,
- Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas (administrasi akademik, bantuan belajar peserta didik, unit sumber belajar untuk layanan administrasi dan peserta didik, akses dan infrastruktur).
Dari ke enam persyaratan diatan menurut
saya ada 3 kriteria persyaratan yang harus di penuhi dalam pelaksanaan PJJ,
diantaranya :
- Berbasis Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK). Dimana Teknologi komunikasi dan informasi (TIK) saat ini memang sudah tidak bisa lagi kita pisahkan dari kehidupan manusia modern. Setiap harinya kehidupan kita selalu dipenuhi dengan perangkat-perangkat TIK tersebut. Berlatarbelakang hal tersebutlah maka akhirnya muncul sebuah gagasan dari kalangan yang peduli terhadap kegiatan pembelajaran yang berlangsung bagi peserta didik di sekolah sebagai contoh Komputer/Lapotop.
- Memanfaatkan sistem penyampaian pembelajaran yang inovativ dan kreatif. Berbagai permasalahan yang muncul didalam kelas PJJ ketika seorang pengajar/guru akan memulai pelajaran dari hal sedetail apapun permasalahan seorang perseta didik, seorang pengajar/guru harus mengetahui akan hal itu, agar asupan materi yang akan disampaikan seorang pengajar/guru tidak terhambat oleh permasalahan itu. Mereka dituntut untuk meningkatkan peranan dan kompetisinya, karena dalam proses belajar-menajar dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetisi guru sebagai contoh dalam penyampain PJJ adalah berupa Video penjelasan yang dikemas semenarik mungkin.
- Menyediakan layanan pendukung yang berkualitas. Dalam pelaksanaan PJJ harus ada media pendukung untuk bahan Pengajaran. Sehingga dalam pembelajaran itu peserta didik dapat dengan mudah mengerjakan tugas dan menerima materi yang diberikan oleh pengajar/guru sebagai contoh adalah EDMODO.
No comments:
Post a Comment