PAPER TUGAS AKHIR
PENDIDIKAN JARAK JAUH
Peran Media Dalam Perndidikan Jarak Jauh
Diusulkan oleh :
DONI DWI WAHYUDI
NIM 2142310010
PROGRAM
DIPLOMA MANAJEMEN INFORMATIKA
AKADEMI
MENEJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
WAHANA
MANDIRI
TANGERANG
SELATAN
2015
Dewasa
ini sistem pendidikan jarak jauh telah berkembang pesat dan menjadi bagian
integral dalam sistem pendidikan modern. Berbagai negara di dunia telah
menjadikan sistem pendidikan jarak jauh ini sebagai salah satu alternatif dalam
upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan. Di
Indonesia, penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh telah memiliki landasan
legal formal dengan dimasukkannya sistem ini ke dalam Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional.
Seiring
dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka
pendidikan jarak jauh pun mengalami perkembangan. Dengan memanfaatkan teknologi,
maka daya jangkaunya menjadi semakin luas, dan efektifitasnya dalam
menyampaikan materi pembelajaran juga semakin meningkat. Pada saat ini system
pendidikan jarak jauh telah mengintegrasikan pula berbagai jenis media yang
kemampuan interaktifnya semakin meningkat.
Sesuai
SK Mendiknas No.107/U/2001, UU Sisdiknas No. 20/2003, PP 17/2010, dan juga PP
66/2010, sistem PJJ sudah menjadi bagian yang menyatu dalam dunia pendidikan di
Indonesia, dan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap
pendidikan, termasuk pendidikan guru dan tenaga kependidikan.
Dalam
penyelenggaraan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ), penggunaan
media tampaknya telah menjadi keharusan. Dapat dikatakan bahwa
sebagian besar bahan ajar pada SPJJ disampaikan melalui berbagai jenis media,
baik cetak maupun non cetak. Sepanjnag sejarah penyelenggaraan pendidikan jarak
jauh, media telah digunakan sebagai sarana penyampai materi ajar. Adanya keterpisahan
antara pengajar dengan peserta didik, maka diperlukan
media sebagai sarana komunikasi yang menjembatani antara pengajar
dengan peserta didik. Kehadiran media inilah yang menjadi salah satu
ciri kesamaan diantara institusi penyelenggara SPJJ di semua tempat. Sementara
yang membedakan institusi yang satu dengan yang lain adalah pilihan jenis media
yang digunakannya. Variasi penggunaan media antar institusi penyelenggara PJJ
sangat beragam mengingat banyaknya jenis media yang bisa dimanfaatkan mulai
media yang sederhana sampai yang canggih. Berikut akan dibahas secara sekilas
beberapa jenis media pembelajaran yang sering digunakan dalam sistem pendidikan
jarak jauhm (PJJ).

Karakteristik Pendidikan Jarak Jauh
Fungsi
Pendidikan
Jarak Jauh :
a. Mempermudah dalam penyajian informasi
b. Praktik dengan umpan balik
c. Akses terhadap sumber-sumber belajar
Adanya pemanfaatan sumber belajar lainnya seperti;
Ø Materi yang telah di cetak (buku teks, lembar
kerja dan buku bacaan tambahan lainnya)
Ø Materi dengan bantuan audio visual (kaset audio maupun
kaset video, sistem multimedia CD,DVD)
Ø Basis data computer (pencarian data on line)
Ø Kits (misalnya, untuk percobaan laboratorium, atau
untuk menguji specimen dari objek sebenarnya)
Ø Perpustakaan
Pengertian Media
Pembelajaran
Media adalah alat
komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi. Apabila media ini
dikaitkan dengan kegiatan pembelajaran, maka dapat diartikan bahwa media adalah alat
komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi yang dimaksudkan untuk pembelajaran
(Heinich, et.al, 1996). Menurut Bovee dalam Ouda Teda Ena (2001), Media
adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media pembelajaran
adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan
bahan ajar. Komunikasi tidak dapat berjalan tanpa bantuan sarana penyampai
pesan atau media (Ouda Teda Ena, 2001). Berdasarkan defenisi yang ada maka kita
dapat menggambarkan peran media pembelajaran sebagai berikut :

Peran Media Pembelajaran
Dari gambar diatas,
maka dapat ditelusuri bahwa media pembelajaran memiliki fungsi sebagai
perangsang kegiatan belajar siswa. Lebih jauh lagi menurut Sadiman (2002:16),
media pembelajaran mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.
Memperjelas
penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis artinya terkadang siswa
dapat menyebutkan kata tetapi tidak mengetahui artinya. Hal ini terjadi karena
umumnya pengajar menyampaikan materi hanya dengan penjelasan lisa (ceramah)
sehingga siswa cenderung hanya meniru saja apa yang dikatakan pengajar.
2.
Mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera berkaitan dengan isi materi yang
diajarkan. Oleh karenanya penggunaan media pembelajaran dapat membawa siswa
pada suatu pengalaman yang nyata atau setidaknya virtual experience tanpa
harus membayangkan fenomena materi yang sedang disampaikan secara abstrak.
3.
Dengan menggunakan
media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif peserta
didik. Kebosanan karena kurang variatifnya metode pembelajaran dapat diatasi
dengan media pembelajaran yang atraktif dan menarik.
4.
Memberikan
perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman serta menimbulkan persepsi yang
sama. Kegunaan ini untuk mengatasi hambatan utama dalam proses pembelajaran
berupa salah tafsir yang terjadi karena pengajar hanya menjelaskan secara lisan
tanpa menggunakan media pembelajaran yang lain, misalnya gambar, bagan, model,
dan sebagainya.
Jenis
Media Pembelajaran
Berdasarkan
kegunaan media pembelajaran, nampak jelas bahwa media pembelajaran mempunyai andil yang besar terhadap kesuksesan
proses belajar mengajar. Penggunaan dan pemanfaatan media pembelajaran memiliki
beberapa alternatif pilihan jenis media pembelajaran. Jenis media pembelajaran
terdiri dari beberapa jenis, namun secara garis besar media pembelajaran dapat
dikategorikan ke dalam media visual, media audio, media audio visual serta
multi media. Masing-masing media tersebut memiliki karakter serta jenis - jenis
yang spesifik. Untuk lebih jelasnya maka akan diuraikan di bawah ini :
1.
Media
Visual, terbagi menjadi dua media, yaitu :
a. Media
yang tidak dioperasikan, terdiri dari:
I. Media realia adalah benda
nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang kelas, tetapi siswa dapat
melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media realia ini adalah dapat
memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk mempelajari batu- batuan,
bahan pertambangan, ekosistem, dan organ tanaman.
II. Model adalah benda
tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari
benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi kendala tertentu
sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari struktur tanah maka membuat
model lapisan tanah, membuat miniatur mesin bor pertambangan minyak, membuat
tiruan struktur tanaman dan sebagainya.
III. Media grafis tergolong
media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol visual. Fungsi dari
media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan
mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya
dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis adalah:
-
Gambar atau foto
-
Sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian pokok tanpa detail.
-
Diagram atau skema: gambar sederhana yang menggunakan
garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis
besar.
-
Bagan atau chart: menyajikan ide atau konsep yang
sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan
ringkasan butir-butir penting dari penyajian.
-
Grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis,
titik, simbol verbal atau Bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif.
b.
Media
Proyeksi, terbagi ke dalam 2 jenis yaitu :
I. Transparansi
OHP merupakan alat bantu
mengajar tatap muka sejati dan lazim digunakan sebab menggunakan media OHP
maka tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, pengajar dapat bertatap muka
dengan siswa. Perangkat media OHP membutuhkan Overhead transparancy /
OHT) dan Overhead projector / OHP.
II. Film bingkai/film
positif atau dikenal
dengan istilah slide. Menggunakan media ini berarti memerlukan slide
projector atau proyektor slide. Kualitas visual yang dihasilkan slide
projector bagus namun kelemahannya adalah biaya produksi dan peralatan
lebih mahal serta kurang praktis dalam pembuatannya.
2.
Media
Audio, yang terdiri dari :
a.
Radio: media
radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan sebagai media
pembelajaran yang cukup efektif namun hanya sebagai variasi dalam pemberian
materi di luar kelas atau untuk pembelajaran yang sifatnya jarak jauh atau
suplemen materi.
b.
Kaset-audio: media
pembelajaran ini merupakan media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan
perawatan murah namun tidak cocok untuk kegiatan kelas reguler. Media ini lebih
berorientasi sebagai media pembelajaran jarak jauh atau dapat juga digunakan
untuk kegiatan pembelajaran yang merangsang indera aurial yaitu telinga
misalnya kuliah bahasa asing.
3.
Media
Audio Visual
Media
video merupakan salah
satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk
keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD atau DVD.
4.
Multimedia
Media komputer: Media ini
memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu
menampilkan teks, gambar, gerak, dan suara, komputer juga dapat digunakan
secara interaktif, bukan hanya searah. Selain itu computer juga bisa di koneksikan
ke internet, sehingga dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan
waktu serta menyediakan sumber informasi tanpa batas. Salah satu alat populer
yang digunakan adalah LCD (Liquid Crystal Display) proyektor sebagai media
untuk menampilkan presentasi menggunakan power point, flash dan sebagainya.
Penggunaan media komputer sebagai media pembelajaran
dapat dibagi dalam tiga jenis yaitu sebagai media proyeksi presentasi untuk
membantu dalam perkuliahan klasikal atau ceramah yang umumnya menggunakansoftware
power point. Yang kedua sebagai media assistant instructional yaitu
penggunaan komputer dalam perkuliahan sebagai bagian dari materi atau alat
utama materi perkuliahan. Sebagai contoh adalah kegiatan perkuliahan komputer
grafis pasti membutuhkan komputer yang langsung digunakan oleh peserta kuliah
maupun pengajar dalam kegiatan teori maupun praktik. Jenis yang ketiga adalah
suplemen yaitu berbentuk CD interaktif atau video instruksional.
Pemilihan
Media Dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Pemilihan
media untuk PJJ berbeda dengan pemilihan media bagi pendidikan yang
menggunakan sistem belajar tatap muka, walaupun keduanya tetap mengacu kepada
karakteristik yang dimiliki oleh masing-masing media. Perbedaan ini pada
dasarnya terletak pada bagaimana memanfaatkan karakteristik tiap-tiap media
untuk dapat diterapkan dalam PJJ yang bercirikan adanya keterbatasan jarak,
ruang dan waktu. Untuk memilih media yang tepat Rowntree (1994) mengemukakan
sejumlah kriteria yang perlu dipertimbangkan oleh pengambil keputusan dalam
pemilihan media dalam PJJ yang antara lain berkaitan dengan tujuan belajar yang
akan dicapai, kondisi peserta didik yang meliputi aksesibilitas terhadap media,
kenyamanan menggunakan media, mampu memotivasi, serta kemampuan organisasi
dalam pengembangan dan pengadaan media.
Sementara
Bates (1995) mengembangkan sebuah kerangka pemilihan media yang sistimatis
dengan memperhatikan tujuh faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: access
(aksesibilitas), costs (biaya), teaching
and learning (proses pengajaran dan pembelajaran), interactivity (interaktifitas),
organizational issues (permasalahan organisasi), novelty (kemuktahiran),dan speed (kecepatan).
Ketujuh factor disingkat dalam akronim yang mudah dikenali yaitu ACTIONS.
Pada
dasarnya Rowntree maupun Bates sependapat bahwa pemilihan media dalam PJJ perlu
memperhatikan beberapa faktor seperti: akses terhadap media baik bagi peserta
didik maupun institusi penyelenggara, biaya, peranan media dalam proses
pembelajaran dan pengajaran. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang
sangat mendasar yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan bagi mereka yang
berminat dalam PJJ atau bahkan bagi mereka yang telah terjun dalam dunia PJJ.
1.
Akses terhadap
media
Pengertian
akses terhadap media adalah adanya ketersedian dan kemudahan memperoleh atau
menggunakan media. Akses terhadap media ini harus dilihat dari dua sisi,
yaitu sisi institusi penyelenggara PTJJ dan sisi peserta didik/calon peserta
didik. Dalam PJJ, seberapapun pentingnya bahan ajar yang akan disampaikan dan
betapapun baiknya teknik penyampaiannya, akan menjadi sia-sia apabila peserta
didik tidak dapat menerimanya, hanya karena mereka tidak memiliki akses
terhadap media yang membawa bahan ajar tersebut. Pengertian akses disini
adalah ketersediaan sarana yang mendukung pengembangan maupun penggunaan media
tertentu baik yang berasal dari dalam dan luar institusi penyelenggara PJJ.
2.
Faktor Biaya
Dalam
menentukan pilihan mengenai media apa yang akan digunakan dalam PJJ, factor
biaya merupakan faktor yang tidak dapat dihindarkan. Banyak orang
berpikir bahwa PJJ berarti penyelenggaraan pendidikan dengan biaya murah. Hal
ini bisa saja benar tetapi bisa juga tidak, karena murah tidaknya
penyelenggaraan suatu PJJ tergantung pada media apa yang digunakan dan berapa
banyak jumlah peserta didiknya. Misalnya, sebuah institusi jarak jauh
memilih menggunakan media video interaktif. Penggunaan media ini akan
terhitung mahal apabila hanya digunakan untuk peserta didik yang berjumlah
sedikit tetapi sebaliknya dapat terhitung murah apabila peserta didiknya
banyak. Begitu pula bila institusi PJJ memilih menggunakan media cetak. Dengan
jumlah peserta didik yang banyak maka biaya penyelenggaraan pendidikan ini akan
dirasakan sangat murah. Walaupun faktor biaya ini sangat penting untuk
dipertimbangkan dalam menentukan pilihan media yang akan digunakan, Bates
(1995) mengingatkan bahwa akan sangat berbahaya apabila para perancang PJJ
hanya memperhatikan masalah biaya yang dikeluarkan tanpa melihat keuntungan
dari penggunaan media yang dipilih.
3.
Fungsi
pembelajaran
Secara
selintas pemilihan media yang digunakan sebagai alat transfer materi ajar
kepada peserta didik dalam PJJ sangat tergantung pada faktor biaya yang harus
dikeluarkan, baik oleh institusi penyelenggara PJJ maupun oleh peserta
didik dan ketersediaan media bagi peserta didik. Walaupun pemikiran ini sangat
masuk akal, pemilihan media ternyata sangat berkaitan erat dengan fungsi
pembelajaran. Berkaitan dengan hal ini Gagne et.al. (1988) melihat tiga faktor
yang perlu diperhatikan, yaitu:
-
Karakteristik
Fisik Media
-
Tujuan Belajar
-
Kemampuan Peserta
Didik
Ketiga faktor ini mempunyai peranan yang cukup besar
dalam pemilihan media yang tepat dalam PJJ.
a.
Karakteristik
Fisik Media
Karakteristik
fisik media merupakan satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
media. Pertimbangan ini berkaitan dengan kemampuan media untuk menyajikan informasi
verbal, baik dalam bentuk teks maupun audio. Kemampuan audio umumnya merupakan
kemampuan tambahan dari beberapa media, misalnya media computer dengan kemajuan
teknologi dapat menyajikan suara, media televisi dan lain-lain. Kemampuan
media dalam menyajikan informasi visual dan gerakan merupakan salah satu
karakter fisik yang dapat mendasari pemilihan media.
b.
Tujuan Belajar
Secara umum
dapat dikatakan bahwa hampir semua jenis media digunakan untuk menyampaikan
sebagian besar tujuan belajar, tetapi tidak pula disangkal bahwa media tertentu
akan lebih efektif apabila digunakan untuk pencapaian tujuan belajar tertentu
pula. Misalnya, untuk mengajarkan bahasa asing, media cetak tidak cukup
memadai untuk menyampaikan materi ajarnya. Kemampuan berbahasa asing tidak akan
dapat dikuasai oleh perserta didik hanya melalui media cetak saja. Dalam
hal ini penggunaan media tambahan seperti kaset audio dan video akan
menyempurnakan pemahaman ataupun penguasaan bahasa asing tersebut.
c.
Kemampuan peserta
didik dalam penggunaan media
Dalam
pemilihan media untuk PJJ, Rowntree (1994) mengemukakan perlu memperhatikan
kemampuan perserta didik dalam menggunakan media serta kecenderungan mereka
untuk menyukai media tertentu. Walaupun masih merupakan asumsi apabila
kondisi ini diperhatikan akan sangat berpengaruh terhadap proses belajar pada
PJJ.
Beberapa Contoh Media Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
Pada
saat sekarang ini beberapa media pembelajaran yang populer digunakan untuk
pembelajaran jarak jauh diantaranya : Moodle, Facebook, Yahoo, Edmodo, Blog dan
masih banyak lagi media yang lain. Disini saya hanya membahas beberapa media
saja, untuk lebih jelas aka dipaparkan dibawah ini.
a.
Moodle
Moodle adalah
salah satu Learning menagement system yang paling populer saat ini. Hampir
setiap sekolah atau perguruan tinggi, yang memanfaatkan E-Learning sebagai
Media pembelajaran/perkuliahan, menggunakan sistem Moodle ini.
Kelebihan
yang ditawarkan oleh Moodle, seperti mengatur dan mengelola hak akses user
(siswa/guru), membuat dan mengelola Courses (mata pelajaran), mengatur dan
mengelola Bahan ajar (resource), mengatur dan mengelola Aktivitas (Activity),
mengatur dan mengelola Nilai (Grades), menampilkan nilai (score) dan transkrip,
sampai membuat sertifikat ketuntasan untuk siswa, membuat semua sekolah, bahkan
guru berlomba-lomba membangun sistem ini di sekolahnya, baik yang langsung
terhubung ke Jaringan Internet, maupun yang berbasis Intranet (LAN).

Media Pembelajaran
Menggunakan Moodle
b.
Facebook
Siapa yang
tidak kenal dengan sosial media yang satu ini? Hampir semua orang yang aktif di
dunia maya pasti punya akun sosial media ciptaan Mark Zuckerberg ini. Dari
tujuan awal diciptakannya Facebook yang bisa menyatukan mereka dengan
teman-teman lama mereka, social media ini juga bisa dijadikan media
pembelajaran PJJ. Beberapa fitur-fitur facebook yang dapat di gunakan
sebagai media pembelajaran adalah :
-
Wall facebook, fitur ini bisa digunakan sebagai papan informasi.
-
Facebook note, fitur ini bisa digunakan untuk membuat tulisan
singkat atau handout perkuliahan.
-
Fiture
chating, fitur ini bisa diginakan
untuk mengobrol langsung dengan sesama pengguna facebook lainnya yang telah
menjadi teman, selain itu bisa menjadi media diskusi online.
-
Facebook
group, fitur ini bisa digunakan
untuk komunitas peserta didik, kajian-kajian keilmuan, study club, dan
mengontrol jumlah siswa/pebelajar yang mengikuti perkuliahaan atau pembelajaran
secara distance learning.
-
Facebook quiz, dalam fitur atau fasilitas ini, bisa dioptimalkan
oleh guru atau peserta didik untuk latihan materi untuk evaluasi pembelajaran
lewat quiz online yang interaktif.
-
Facebook
share, fitur ini bisa digunakan
untuk men-share materi (tulisan singkat, link, gambar, video dsb).

Media
Pembelajaran Menggunakan Facebook
c.
Yahoo/Gmail
Dalam
menyelenggarakan pendidikan jarak jauh, salah satu media yang bisa dijadikan
alternatif untuk penyampaian materi dan informasi dari pengajar ke peserta
didik adalah memanfaatkan fitur email dari Yahoo/Gmail. Selain bisa mengirimkan
materi yahoo/Gmail juga bisa dimanfaatkan sebagai media untuk diskusi antara
pengajar dan pelajar, serta diskusi antar pelajar.

Media Pembelajaran
Menggunakan Gmail

Media Pembelajaran
Menggunakan Yahoo
d.
Edmodo
EDMODO, merupakan jejaring sosial yang berbasis pada
lingkungan sekolah (school based environment). Seperti halnya facebook,
twitter, plurk dan social network lainnya, edmodo juga digunakan untuk
berinteraksi dengan orang lain, namun edmodo di desain khusus untuk interaksi
antara guru, siswa dan orang tua baik di tingkat sekolah maupun perguruan
tinggi. Di Edmodo 3 jenis type yaitu sebagai Teacher, Student dan Parent. Jadi
guru bisa memberikan tugas, ulangan harian, materi pelajaran kemudian siswa
bisa membaca materi, bertanya kepada guru tentang materi yang belum
dikuasainya, mengerjakan tugas sedangkan orang tua bisa melihat hasil penilaian
anaknya dan juga bisa melihat aktifitas anaknya. Jadi selain pembelajaran di
kelas secara offline, guru dan siswa juga bisa melakukan kelas online di edmodo
ini. Selain itu edmodo juga media user friendly.

Media
Pembelajaran Menggunakan Edmodo
e.
Blog
Blog merupakan
singkatan dari web log adalah
bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web umum. Tulisan-tulisan
ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru dahulu baru kemudian
diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web
seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik
dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Media Pembelajaran
Menggunakan Blog
Daftar
Pustakan
Amirullah,
Gufron. 2012. Peran Pendidikan Jarak jauh Dalam Kerangka Kualifikasi Nasioanal.
From http://www.academia.edu/4950203/PERAN_PENDIDIKAN_JARAK_JAUH_DALAM_KERANGKA_KUALIFIKASI_NASIONAL_PERSPEKTIF_KNOWLEDGE_BASED_ECONOMY_
Eko
Putra, Empianus. 2013. Media Pendidikan Jarak jauh. Form http://empianus89.blogspot.com/2013/03/media-pendidikan-jarak-jauh-pjj_20.html
Aristo.
2008. Media Pembelajaran dalam Pendidikan Jarak Jauh. From https://aristorahadi.wordpress.com/2008/04/28/media-pembelajaran-dalam-pendidikan-jarak-jauh/
Hamdani.
2013. Pendidikan Jarak Jauh. From http://priyandra.blogspot.com/2013/04/pendidikanjarak-jauh-menghubungkan.html

No comments:
Post a Comment