Perbedaan
Evalusai Formatif dan Sumatif
Maksud dari evaluasi formatif adalah
evaluasi yang dilaksanakan di tengah-tengah atau pada saat berlangsungnya
proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan pembelajaran
atau subpokok bahasan dapat diselesaikan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh
mana peserta didik “telah terbentuk” sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah
ditentukan. (Sudijono, 2007: 23) Untuk membahas evaluasi formatif ini, seperti
yang Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi katakan dalam bukunya “Pengelolaan
Pengajaran”, (Rohani dan Ahmadi, 1991: 173-175) perlu meninjau dari berbagai
segi sehingga akan mudah memahami bagaimana sebenarnya evaluasi ini. Fungsi
dari evaluasi formatif adalah untuk memperbaiki proses belajar-mengajar.
Contohnya :
Mengolah hasil setiap tujuan khusus
pengajaran (TKP). TKP merupakan penjabaran dari pokok bahasan dalam satuan
pengajaran. Dalam pengelolaan ini, kita mencari presentase gagal pada setiap
soal dari keseluruhan peserta didik pengikut tes.
Misalnya: pada satuan pelajaran IPA untuk
SD kelas V berdasarkan TKP-TKP yang ada disusun soal-soal tes sebagai alat
evaluasi. Setelah tes dilakukan, kita periksa dan kita hitung berapa persen
peserta didik yang gagal pada setiap soal.
Bidang pengajaran : IPA
Catur wulan : I
Kelas : V
Jumlah peseta didik : 40 orang
Pokok bahasan :
–
tumbuh tumbuhan dan peristiwa alam
–
hewan dan peristiwa alam
Soal-soal
tes Presentase peserta didik yang gagal
1.
Sebutkan manfaat hutan bagi manusia ? 25 %
2. Apakah
yang terjadi ketika terjadi penebangan hutan secara liar ? 10 %
Soal
no 1. Dari 40 orang pengikut tes terdapat 30 orang peserta didik yang menjawab
dengan tepat. Ini berarti ada 10 orang peserta didik yang gagal.
Jadi: 10 x 100 % = 25 % peserta didik yang
gagal.
40
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang
dilaksanakan setelah sekumpulan progrm pelajaran selesai diberikan. Dengan kata
lain evaluasi yang dilaksanakan setelah seluruh unit pelajaran selesai
diajarkan. Adapun tujuan utama dari evaluasi sumatif ini adalah untuk
menentukan nilai yang melambangkan keberhasilan peserta didik setelah mereka
menempuh program pengajaran dalam jangka waktu tertentu. (Sudijono, 2007: 23)
Seperti halnya evaluasi formatif yang dikatakan Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi
dalam bukunya “Pengelolaan Pengajaran”, (Rohani dan Ahmadi, 1991: 176-179),
untuk membahas evaluasi sumatif ini, perlu meninjau dari berbagai segi sehingga
akan mudah memahami bagaimana sebenarnya evaluasi ini. Fungsi evaluasi
sumatif ini adalah untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar peserta
didik.
Contoh :
Berikut ini akan disajikan bentuk-bentuk
contoh evaluasi sumatif dengan berbagai pengolahan:
(Rohani dan Ahmadi, 1991: 192-194)
1)
Pengolahan berdasarkan “ukuran mutlak”
Pengolahan
skor mentah (raw score) dengan ukuran mutlak dalam standar atau skala 10 dengan
mempergunakan ketentuan rumus
s.a
= s.r x 10
s.i
s.a:
skor akhir
s.r:
skor real
s.i:
skor ideal
10:
skor 1-10
Contoh:
Di
dalam evaluasi sumatif dari suatu bidang pengajaran dibuat soal-soal sebagai
berikut:
a. Tes
bentuk B – S : 30 soal, skor 1 untuk setiap soal yang benar
b. Tes
bentuk pilihan jamak : 50 soal, n = 3 skor 1 per soal yang benar
c. Tes
bentuk uraian : 4 soal, skor 5 untuk setiap soal yang benar dan memakai bobot 2
soal mudah berbobot 1 masing-masingnya.
-
1 soal sedang berbobot 2
-
1 soal sukar berbobot 3
Skor tertinggi yang mungkin dicapai
peserta (disebut juga skor ideal) dari tes tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Tes benar – salah : 30 x 1 = 30
b.
Tes pilihan jamak : 50 x 2 = 100
c.
Tes bentuk uraian : 2 mudah : 2 x 5 x 1 =
1
1
sedang : 1 x 5 x 2 = 10
1
sukar : 1 x5 x 3 = 15
Jumlah
skor ideal = 165
Di antara peserta didik suatu kelas yaitu
kelas A, B dab C berhasil mengerjakan soal-soal tes sebagai berikut:
nama
Benar-salah Pilihan jamak Bentuk uraian dibuat benar Dibuat benar Skor no 1 2 3
4
A 30 21 49 31 5 5 3 2
A 30 21 49 31 5 5 3 2
B 25 21 40 31 5 5 3 2
C 25 25 35 30 5 4 5 4
Skor
mentah (raw score) mereka masing-masing, bila dengan “rumus tebakan” (untuk B-S
dan pilihan jamak) adalah sebagai berikut:
Si A = (21 – 9) x 1 + (31 – 18 ) x 2 + (10
x 1) + (3 x 2) + (2 x 3) = 78
3 – 1
Si B = (21 – 4) x 1 + (31 – 9 ) x 2 + (10
x 1) + (3 x 2) + (3 x 3) = 95
3 – 1
Si C = (25 – 0) x 1 + (30 – 5 ) x 2 + (9 x
1) + (5 x 2) + (5 x 3) = 111
3 – 1
Skor akhir A = 78 x 10 = 4,72 (atau 5)
165
Skor akhir B = 95 x 10 = 5,75 (atau 6)
165
Skor akhir C = 111 x 10 = 6,72 (atau 7)
165

No comments:
Post a Comment