- Sunday, November 23, 2014

Resume Agama BAB 5



مَعْنَى اْلإِلَهِ
Kandungan Kata “Ilah”

Kata ILAH Terdiri atas tiga hurup: alif, laam, dan haa. Kalau merujuk ke kamus besar bahasa Arab maka ALIHA itu memiliki beberapa arti ;
Tenang/tentram (سَكَنَ إِلَيْهِ)
Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan ketenangan dan ketentraman kecuali Allah”. Seorang Muslim harus yakin bahwa tidak ada yang dapat menenangkan dan menentramkan kecuali menjalin hubungan dengan Allah. 13:28 أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram). 10:7 ridho dan merasa tenang dengan kehidupan dunia (وَرَضُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاطْمَأَنُّوا بِهَا).
Memohon perlindungan (اِسْتَجَارَ بِهِ)
Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dapat memberikan perlindungan kecuali Allah”. 72:6 minta perlindungan kepada jin, didapati adalah bencana dan dosa. Hadits: meski semua makhluk melindungi seseorang tapi Allah hendak menimpakan bencana, maka akan tertimpa bencana. Begitu pula sebaliknya.
Yang dituju karena rindunya (اِشْتَاقَ إِلَيْهِ)
Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dituju karena rindunya kecuali Allah”. اللهُ غَايَتُنَا Allah tujuan kami. 51:50-51 larilah kamu menuju Allah. Kalau lari, tabiatnya muka ke depan dan tidak berpaling ke kiri dan ke kanan. Jangan terbuai dengan dunia dan orang lain. 18:28 وَلا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ  (janganlah kedua matamu berpaling dari mereka)
Paling dicintai/dirindukan (وُلِعَ بِهِ)
Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang dicintai atau dirindukan kecuali Allah”. Boleh kita cinta anak, harta, dan yang lainnya, tapi yang paling dcintai haruslah Allah. 2:165 kecintaan seorang mu’min kepada Allah harus sangat cinta, bukan sama cintanya dengan kepada selain-Nya. Kenapa cintai tertinggi harus kepada Allah? Karena tabiat cinta itu menuntut pengorbanan. Menuruti tuntutan anak, istri, dan lainnya tidak boleh bertentangan dengan Allah.
Mengabdi (عَبَدَهُ)
Ini arti ilah yang merangkum semua arti ilah di atas. Karena mengabdi berarti merasa tenang, minta perlindungan, menuju karena rindunya, dan mencintai. Berarti لاإله إلاالله maknanya “tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah”.


اَلْوَلاَءُ وَالْبَرَاءُ
Loyalitas dan Pemutusan Hubungan

Susunan Unik لاإله إلاالله
Kalimat لاإله إلاالله memiliki susunan yang unik
لا ……. إلا ……..
Jadi yang dikehendaki adalah “peniadaan semuanya (ilah) dan pengokohan satu saja (Allah). Tidak kenal kompromi dan harus dihilangkan sebersih-bersihnya.
Ada empat kemungkinan
NO
Awal
Akhir
Hasil
1
Babat
Tanam
Subur/baik
2
Babat
Tidak tanam
Tanaman asal
3
Tidak babat
Tanam
Kerdil (mati)
4
Tidak babat
Tidak tanam
Liar

Keterangan :
1.      Itulah gambaran kalimat لاإله إلاالله . Hasilnya adalah keimanan yang kokoh.
2.      لاإله tanpa إلاالله. Menolak kebatilan tanpa mau menerima kebenaran. Hasilnya kebatilan lagi. Mungkin hanya rupanya yang berbeda, tapi tetap kebatilan (kebatilan baru). Contoh: menolak kapitalisme tapi tidak mau menerima Islam, hasilnya sosialisme/komunisme.
3.      إلاالله tanpa لاإله. Mengakui kebenaran tapi tidak mau menolak kebatilan. Hasilnya: mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan (2:42)وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
4.      Semua dibabat dan tidak mengakui kebenaran, berarti ATEIS. ATEIS adalah paham yang buruk karena tidak mengakui adanya tuhan.




كَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا
Kalimat Allah adalah Yang Tertinggi

  1. كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا (9:40)
  2. كَلِمَةَ الْكُفْرِ (9:74)
  3. كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ (14:26)
  4. كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ (18:5)
  5. كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا  (23:100)
  6. كَلِمَةُ الْعَذَابِ (39:19,71)
  7. كَلِمَةُ الْفَصْلِ  (42:21)
  1. كَلِمَةٍ سَوَاءٍ (3:64)
  2. كَلِمَةُ اللَّهِ (9:40)
  3. كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ (10:19, 11:110, 20:129, 41:45, 42:14)
  4. كَلِمَةُ رَبِّكَ (11:119, 40:6)
  5. كَلِمَةً طَيِّبَةً  (14:24)
  6. كَلِمَةً بَاقِيَةً (43:28)
  7. كَلِمَةَ التَّقْوَى (48:28)













Kalimat dalam Al-Qur’an ada sebanyak 19 ayat yang menyebutkan kata “kalimat” (كَلِمَةُ). Arti “kalimat” adalah pernyataan.

Islam vs Non-Islam
      Islam memiliki ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi yang berbeda dengan Non-Islam
      Merujuk pada materi “Al-Wala wal-Bara”, maka Islam telah membersihkan dirinya sebersih-bersihnya dari segala kotoran Non-Islam
Syahadatain vs Ideologi Jahiliyah
      Ungkapan, pernyataan, ketetapan, dan konsepsi Islam yang bersih itu bersumber dari syahadatain
      Sedangkan Non-Islam berasal dari pemikiran-pemikiran atau ideologi jahiliyah
     Ideologi yang tumbuh dari tumpukan dosa-dosa
     Padahal dosa itu menimbulkan bintik hitam (نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ) dalam hati (83:14)
     Apabila tidak dibersihkan dengan taubat, maka akan menutupi hati (2:7)
     Akhirnya dosa itu ditetapkan sebagai hukum
Ada 6 konsep utama yang diluruskan oleh Islam
  1. Konsep ketuhanan
  2. Konsep kerasulan
  3. Konsep ibadah
  4. Konsep alam semesta
  5. Konsep manusia
  6. Konsep kehidupan
6 konsep yang didasarkan pada pemikiran-pemikiran jahiliyah bisa melenceng jauh dari yang sebenarnya.
Kalimat Tauhid vs Kalimat Syirik
      Kalimat Allah yang tinggi dan mulia itu adalah kalimat tauhid: لاإله إلا الله
      Sedangkan kalimat orang-orang kafir yang rendah itu adalah kalimat syirik
     Kemusyrikan bagaikan jatuh dari langit lalu dicerai-beraikan oleh burung akhirnya jatuh di tempat yang jauh (22:31)
     Kemusyrikan menyebabkan terpecahnya kepribadian, karena tidak fokus dalam pengabdian (39:29)
Kalimat Taqwa vs Kesombongan Jahiliyah
      Kalimat tauhid itu adalah kalimat taqwa, yang menghantarkan seseorang kepada ketaqwaan (48:26)
      Sedangkan kalimat syirik menghantarkan seseorang kepada kesombongan jahiliyah (48:26)
     Suhail bin Amru ketika masih kafir dalam Perjanjian Hudhaibiyah menolak kalimat basmalah dan rasulullah (setelah Islam ia sahabat yang gigih membela Islam terutama saat menghadapi orang-orang murtad)
     Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan orang lain (الكِبْرُ بَطْرُ الحَقِّ وَ غَمْطُ النَّاسِ)
Kalimat Baik vs Kalimat Buruk
      Kalimat taqwa adalah kalimat yang baik (14:24)
      Sedangkan kesombongan jahiliyah adalah kalimat yang buruk (14:26)
     Tidak memberikan manfaat bagi manusia
     Didengar pun tidak enak

Kokoh vs Tidak Kokoh
      Kalimat yang baik pasti kokoh (14:24-25,27), karena
     Akar menghunjam kedalam bumi
     Cabang-cabangnya menjulang ke langit
     Buahnya ada sepanjang tahun
     Akan diucapkan kembali ketika di dalam kubur
     Segala yang bermanfaat akan tetap di bumi (13:17)
      Sedangkan kalimat yang buruk pasti tidak kokoh (14:26)
     Akarnya tercerabut dari bumi
     Tidak akan diucapkan ketika di dalam kubur
     Akan hilang (13:17)
Kuat vs Lemah
      Jadi syahadatain itu kuat
     Pasti menang (58:21)
كَتَبَ اللَّهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
      Sedangkan ideologi jahiliyah itu lemah
     Pasti kalah dan hancur (17:81 زَهُوقًا)


No comments:

Post a Comment

My Video