- Sunday, November 23, 2014

Resume Agama BAB 10



وَظِيْفَةُ الرَّسُوْلِ
Tugas Rasul


MUWASHOFAT YANG INGIN DICAPAI
  1. Mengikhlaskan amal untuk Allah swt (P)
  2. Mengimani rukun iman (P)
  3. Menerima dan tunduk secara penuh kepada Allah swt dan tidak bertahkim kepada selain yang diturunkan-Nya (P)
  4. Memiliki ghirah (rasa cemburu) pada agamanya (P)
  5. Memperbaiki penampilannya  (S)
I. TUJUAN UMUM MADAH
Mengerti tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan aqidah yang benar yang digali dari Al Qur’an, As Sunah, dalil-dalil naqly dan aqly, menanamkannya dalam jiwa, dan membersihkannya dari bid’ah dan khurafat yang mungkin mengotorinya.
II. TUJUAN KOGNITIF
  1. Memahami tugas Rasulullah sebagai pembawa risalah dakwah dan penegak dienullah.
  2. Dapat menyebutkan bentuk-bentuk keteladanan Rasulullah dalam melaksanakan misinya.
III. TUJUAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK
  1. Menyadari bahwa Nabi saw adalah uswatun hasanah bagi umatnya.
  2. Termotivasi untuk meneruskan jejak risalah dalam menegakkan dienullah.
  3. Menunjukkan contoh dari sifat pribadi Nabi saw dalam kehidupan sehari-hari
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah :
1. Kegiatan Pembuka
     Mengkomunikasikan tentang; Wadzifaturrasul
     Menginventarisir tentang fenomena yang berhubungan dengan tema kajian
2. Kegiatan Inti:
     Kajian tentang Wadzifaturrasul
     Berdiskusi dan tanya jawab tema kajian ( lihat tujuan kognitif, afektif dan psikomotor)
     Penekanan dari murabbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung dalam materi Wadzifaturrasul
3. Kegiatan Penutup:
     Tugas mandiri (lihat tujuan)
     Evaluasi
V. PILIHAN KEGIATAN
  1. Mengadakan rihlah dan tafakkur tentang ciptaan Allah swt hingga dapat membuktikan adanya pencipta dengan akalnya
  2. Mengumpulkan ayat-ayat Al Qur’an yang menunjukkan pada tafakur
  3. Mengumpulkan ayat-ayat tentang pentingnya mengkaji Wadzifaturrasul
  4. Mengumpulkan hadits-hadits yang menunjukkan hal di atas
  5. Menulis makalah tentang pentingnya mengkaji Wadzifaturrasul
  6. Mengumpulkan perkataan-perkataan orang muslim dan lainnya yang obyektif tentang pentingnya mengkaji Wadzifaturrasul
VI. SARANA EVALUASI DAN MUTABAAH
  1. Test akademis melalui pertanyaan, diskusi dan dialog menggunakan metode pencatatan untuk meyakinkan (menegaskan) tercapainya tujuan
  2. Test kemampuan untuk membandingkan sejauh mana tujuan telah tercapai
VII. TUJUAN TARBIYAH DZATIYYAH
  1. Menjelaskan bahwa tugas Rasul yaitu menyampaikan risalah dan menegakkan dienullah
  2. Menjelaskan bahwa usaha menyampaikan risalah secara berkesan dengan melaksanakan tarbiyah Islamiyah yaitu dengan menekankan kepada arahan dan nasihat
  3. Menjelaskan beberapa aktivitas untuk menegakkan dien Allah ini adalah menegakkan khilafah, membangun rijal, minhajud dakwah dan merealisasikan risalah.

Tugas Rasulullah SAW
Tugas Rasulullah SAW secara global ada dua, yaitu
1.      Mengemban misi dakwah
2.      Menegakkan agama Allah
Kedua tugas itu beliau tunaikan dengan sebaik-baiknya, meskipun berbagai halangan dan rintangan selalu menghadangnya. Selama sekitar 23 tahun hidup beliau adalah hidup on-mission, bukan hidup santai.

Mengemban Misi Dakwah (حَمْلُ رِسَالَةِ الدَّعْوَةِ)
Ini merupakan tugas umum beliau SAW sebagai Rasul. 5:67 perintah untuk menyampaikan risalah “Allah SWT menjamin perlindungan saat mengemban misi ini”. 33:39 para rasul yang sebelumnya juga menyampaikan risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Ada 4 misi dakwah yang diemban oleh Rasul SAW diantaranya;
  1. Mengenalkan Pencipta
  2. Mengajarkan tatacara ibadah
  3. Menjelaskan pedoman hidup
  4. Mentarbiyah umat

Mengenalkan PENCIPTA (مَعْرِفَةُ الْخَالِقِ)
Ayat yang pertama kali turun (96:1) berisi tentang RABBMU YANG MENCIPTAKAN (رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ). Ciptaan pertama yang dikenalkan adalah MANUSIA itu sendiri, yang Allah ciptakan dari segumpal darah (عَلَقٍ) atau ZIGOT. Berbagai fakta-fakta penciptaan dijelaskan oleh Rasulullah SAW untuk mengukuhkan keberadaan AL-KHALIQ, Allah SWT (6:102).

Tatacara Ibadah (كَيْفِيَّةُ الْعِبَادَةِ)
Karena manusia itu makhluk Allah, maka mesti beribadah kepadaNya dengan ibadah yang benar.Rasulullah SAW menuntun tatacara beribadah kepada Allah baik melalui lisan (sunnah qauliyah) maupun perbuatan (sunnah fi’liyah). Berbagai praktek ibadah yang salah dikoreksi oleh Rasulullah; Thawaf jahiliyah dilakukan dengan telanjang dan disertai dengan tepuk tangan serta bersiul (8:35), Pulang haji masuk rumah melalui pintu belakang  dianggap sebagai kebajikan (2:189).
Ibadah mahdhah biasanya perintahnya global, sehingga perlu penjelasan. SHALAT: صَلَّوْا كَمَا صَلَّيْنَا (shalatlah seperti kami shalat – HR. Bukhari); صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى (shalatlah sebagaimana kamu melihat aku shalat – HR. Baihaqi). ZAKAT: mal, pertanian dan fitrah. PUASA: صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ (berpuasalah karena melihat bulan dan berbukalah karena melihat bulan – HR. Bukhari). HAJI: خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ (ambillah dariku manasik hajimu – HR. Baihaqi).

Pedomana Hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
Rasulullah SAW juga mengenalkan Islam sebagai pedoman hidup manusia (2:185). Selama ini manusia pada zaman jahiliyah hidup dengan berpedoman tahayul dan khurafat. Contoh: bepergian berpedoman dengan thiyarah (merasa sial kalau burung terbang ke arah yang tidak diinginkan). Para dukun pada saat itu mendapat kehormatan yang tinggi, segala petuahnya menjadi pedoman.

Tarbiyah (اَلتَّرْبِيَّةُ)
Misi Rasulullah SAW yang lainnya adalah mentarbiyah umat (62:2) à misi yang didoakan oleh Ibrahim AS (2:129). Tarbiyah yang dilakukan Rasul SAW:
     Membacakan (tilawah) ayat-ayat Allah
     Membersihkan jiwa (tazkiyatun-nafs)
     Mengajarkan (ta’lim) Al-Qur’an dan Al-Hikmah
Kemudian dilanjutkan dengan MENGARAHKAN (تَوْجِيْهٌ) mereka menuju pribadi yang agung (rabbani 3:79) dan juga memberi nasihat (نَصِيْحَةٌ) kepada mereka (6:151-153)

Menegakkan Agama Allah (إِقَامَةُ دِيْنِ اللهِ)
Tugas kedua Rasul SAW adalah menegakkan agama Allah SWT agar dimenangkan di atas agama-agama yang lain (9:33, 48:28, 61:9) dan agama itu hanya milik Allah semata (8:39)
42:13-15  أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَà فَلِذَلِكَ فَادْعُ
Dakwah Rasul adalah untuk menegakkan agama ini. Agama ini tidak akan tegak kecuali ada “penjaga”-nya, yakni NEGARA à tidak akan ada kecuali adanya masyarakat Islami à keluarga yang Islami à pribadi yang Islami. Untuk menegakkan agama Allah, Rasulullah SAW melakukan 4 langkah:
  1. Menegakkan khilafah
  2. Membina kader
  3. Adanya konsep dakwah
  4. Penerapan konsep dakwah

Menegakkan Khilafah (إِقَامَةُ الْخِلاَفَةِ)
Kalau melihat dakwah Rasul di awal-awal seakan arahnya bukan menegakkan khilafah konsentrasinya pada penanaman akidah sebagai asas. Tapi ketika melihat akhir dakwah Rasul, jelas sekali bahwa arah dakwah Rasul adalah tegaknya khilafah Islamiyah. Tugas ini berhasil dengan berdirinya negara Islam di Madinah. Awal-awal dakwah penuh dengan ketakutan (8:26): takut diculik. Allah memberi perlindungan di Madinah (Kisah Ashhabul Kahfi mengisyaratkan perlindungan Allah kepada umat Islam yang tertindas dan Penyelamatan Nabi Isa mengisyaratkan juga masalah hijrah (3:52-55)). Kembali ke Mekkah (fathu Makkah) tanpa rasa takut (48:27).

Membina Kader (بِنَاءُ الرِّجَالِ)
Pilar penting dari tegaknya khilafah adalah KADER DAKWAH (rijalud-dakwah) atau aktivis. Makanya Rasul dari awal berkonsentrasi membentuk kader dakwah ini. 3:104 waltakun = hendaklah ada à belum ada dan tidak akan ada dengan sendirinya à perlu diadakan (kaderisasi). Muncullah tokoh-tokoh dakwah yang mumpuni dan handal. Membina kader seperti mencetak batu bata merah seperti Memilih tanah yang baik, Mencampur dengan bahan lain: air, Mencetak dengan cetakan yang berukuran tertentu (sesuai manhaj atau pedoman), Menjemurnya dan membersihkan dari kotoran-kotoran yang terikut, Menatanya sampai jumlahnya cukup untuk dibakar, Membakarnya hingga matang sempurna dan Siap ditempatkan di dinding rumah yang dibangun.
Imam Syahid Hasan al-Banna pernah ditanya kenapa dia tidak banyak menulis buku. Beliau menjawab bahwa dia berkonsentrasi pada mencetak orang bukan mencetak buku. Orang-orang yang sudah dicetak itulah yang kemudian banyak menulis buku-buku yang sangat berguna bagi umat Islam. Orang yang melakukan riyadhatun-nafs (olah jiwa) tentu berbeda yang tidak melakukannya. Ketekunan dalam riyadhatun-nafs memungkinkan orang mencapai kasyf (dibuka oleh Allah sebagian rahasiaNya) – tingkatan tertinggi dalam ilmu tasawuf. Akan tetapi, kasyf ini masih kalah dibanding “orang biasa” yang aktif berdakwah dengan menanggung segala musibah yang menimpanya. Bukti diantaranya Hidhir derajatnya di bawah Nabi Musa (ulul ‘azmi) dan Orang yang bisa memindahkan singgasana Bilqis dengan sekejap mata derajatnya ada di bawah Nabi Sulaiman (27:40).

Konsep Dakwah (مِنْهَاجُ الدَّعْوَةِ)
Keberhasilan membina rijalud-dakwah ditentukan oleh pedoman atau konsep dakwah. Rasulullah SAW memiliki konsep dakwah yang dituntun oleh Allah SWT. 12:108 struktur dakwah (هَذِهِ سَبِيلِي)
     Harakah yang berkesinambungan (أَدْعُو)
     Tujuannya ridha Allah (إِلَى اللَّهِ)
     Pedomannya jelas (عَلَى بَصِيرَةٍ)
     Pemimpin yang ikhlas (أَنَا)
     Pengikut yang setia (مَنِ اتَّبَعَنِي)
Konsep dakwah Rasulullah sudah sempurna karena ada pembelajaran dari para pendahulu (nabi dan rasul sebelumnya). Semuanya itu dapat dilihat dari keseluruhan hidup Rasulullah SAW
     Dalam menghadapi sahabat
     Dalam menghadapi kafir Quraisy
     Dalam menghadapi Yahudi
     Dalam menghadapi munafik
     Dalam menghadapi mu’min yang bersalah
Konsep yang ada dalam Al-Qur’an diterapkan oleh Rasulullah dalam dakwah. Dakwah bukan sekedar teori, tapi aplikasi à menjadi bukti
     Konsep ukhuwwah à mempersaudarakan Anshar dan Muhajirin (59:8-10)
     Konsep sosial (49:13): manusia terbaik adalah yang paling bertakwa à bekas budak menjadi panglima perang (Zaid bin Haritsh dalam Perang Yarmuk) atau anaknya bekas budak: Usamah menjadi panglima perang membawahi sahabat senior lainnya

No comments:

Post a Comment

My Video